Yang namanya orang, kalo bisa bersyukur, rasanya memang indah, tenang tanpa beban, bawaan-nya seneng mulu… dan tampaknya hari ini saya wajib bersyukur, bagaimana tidak bersyukur.

ini berawal habis maghrib kira kira jam setengah tujuh, beli lauk di warteg. Sesampai di warteg ada seorang ibu dengan anaknya yang masih kecil, ketika saya mau pesan ibu ini nanya sama si penjual, “mba kalo nasi pake sayur ini harganya berapa ya mba?” mba itu menjawab “sekian bu” (karna saya lupa jadi pake kata “sekian”). terus ibu itu terdiam sejenak dan bertanya lagi “mba kalo pake ini berapa ya mba?” mba itu menjawab “sekian bu”, lalu ibu itu terdiam sejenak, sementara anaknya udah mondar mandir kesana kemari dengan riangnya, sementara ibu itu diwajahnya gak ada sama sekali menunjukan kegembiraan. akhirnya ibu itu bertanya lagi sambil menunjuk ke arah perkedel, “mba pake itu aja sama kuah”. dalam hati merasa ibu ini perlu bantuan tapi entah kenapa badan ini diem aja. karna ibu itu mesennya lama jadi saya duluan yang di layani, setelah itu langsung pulang. entahlah, pada saat itu mau nolong tapi malah gak bergerak. cuma bisa berdoa, mudah mudahan rezekinya ibu itu lancar.

Sesampai di rumah mikir, besyukur bisa makan beli lauk dengan bebas memilih apa yang mau di makan. sebenernya yang patut di syukuri itu banyak sekali, emang dasar manusia saya sering lupa bersyukur. kejadian ini mengingatkan saya untuk bersyukur dimana apa yang saya pikirkan tentang kesulitan dalam hidup ini ternyata tidak sesulit kenyataannya dan terbukti dibawah tanah ada tanah lagi.

“Jangan merasa dirimu orang paling tidak beruntung, lihatlah orang lain yang tidak bisa seberuntung dirimu” by:Awit